Upaya memperkuat iklim persaingan usaha di Indonesia terus dilakukan. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Kajian Penyempurnaan Indeks Persaingan Usaha yang digelar Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (KPPU RI) bersama Kelompok Riset Data Science Universitas Jember dan Center for Economics and Development Studies (CEDS) Universitas Padjadjaran di Hotel Santika Botani Square, Bogor, (30/4).
Diskusi ini menjadi ruang kolaborasi antara regulator dan akademisi untuk meninjau kembali Indeks Persaingan Usaha (IPU) agar semakin relevan dengan dinamika pasar saat ini. Tidak hanya membahas akurasi indikator, forum ini juga menyoroti perubahan lanskap persaingan di era ekonomi digital yang menuntut pendekatan pengukuran lebih adaptif. Tim Data Science turut mengambil peran dalam penguatan kajian berbasis data. Melalui pendekatan analitik, tim mendorong agar penyempurnaan indeks tidak hanya mencerminkan kondisi pasar secara umum, tetapi juga mampu membaca karakter persaingan di tingkat daerah.
“Indeks Persaingan Usaha perlu terus diperbarui agar mampu menangkap realitas pasar yang semakin kompleks, terutama dengan hadirnya ekonomi digital dan karakteristik ekonomi lokal yang sangat beragam,” ujar Alfian Futuhulhadi, dari DSc. Tiga isu utama menjadi sorotan dalam FGD ini, yakni penajaman desain indeks agar lebih akurat, sensitivitas terhadap pola persaingan baru di ruang digital, serta pentingnya memasukkan perspektif local wisdom dalam membaca struktur ekonomi daerah. Melalui forum ini, kolaborasi KPPU RI, DSc UNEJ, dan CEDS UPAD diharapkan dapat menghasilkan rumusan Indeks Persaingan Usaha yang lebih adaptif, presisi, dan mampu menjadi dasar kebijakan untuk menciptakan persaingan usaha yang sehat di Indonesia.



